Karma Yoga





Karma Yoga adalah jalan untuk menuju Tuhan dengan sarana kerja (perbuatan) yang tulus iklas tanpa pamrih, hal ini berarti ‘bekerja untuk kerja itu sendiri’, terlepas dari segala bentuk ikatan (egoisme) atau ikatan terhadap hasil kerja.

Dalam hidupnya ini manusia tidak bisa lepas dari kegiatan kerja. Hal ini dijelaskan dalam Bhagavadgita III.4 dan III.5:

"Na karmanam anaranbhan
Naiskarmyam puruso ‘snut
Na ca samnyasanad eva
Siddhim samadhigacchati"
(BG. III.4)

Artinya: 
Orang tidak akan mencapai kebebasan karana diam tanpa kerja, juga takkan mencapai kesempurnaan karena menghindari kegiatan kerja.


"Na hi kascit ksanam api
Jatu tisthaty akarmakrit
Karyate hy avasah karma
Sarvah prakrtijair gunaih"
(BG. III.5)

Artinya: 
Tidak seorangpun tidak bekerja walaupun untuk sesaat jua, karena dengan tiada berdaya manusia dibuat bertindak oleh hukum alam.

Jadi selama menjalani hidup didunia ini, manusia tidak bisa menghindarkan diri dari tindakan kerja. Berpikir adalah merupakan suatu tindakan atau kerja. Berkata, berjalan, berbuat sesuatu, dan perbuatan-perbuatan yang kita lakukan adalah suatu tindakan atau kerja, dan semua orang tidak dapat menghindarinya.

Hakekat dari ajaran Karma Yoga adalah bekerja tanpa terikat. Melakukan pekerjaan dengan sepenuh hati, dengan kecintaan dan menyerahkan segala hasilnya kepada Tuhan.

Tujuan hakiki dari Karma Yoga adalah mencapai Moksha dan Jagaditha yaitu dengan cara bekerja (karma). Adapun karma seperti apa yang dapat menuntun kita untuk tujuan tertinggi itu yaitu seperti apa yang tertera dalam Bhagavadgita III.19:

"Tasmad asktah satatam
Karyam karma samacara
Asakto hy acaran karma
Param apnoti purusah"

Artinya: 
Oleh karena itu laksanakanlah segala kerja sebagai kewajiban tanpa terikat (pada hasilnya), sebab dengan melakukan kegiatan kerja yang bebas dari keterikatan, orang itu sesungguhnya akan mencapai yang utama.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar